Wednesday, August 27, 2014

Jalan yang Tidak Kutempuh

(Puisi usang yang masih kencang terngiang. Apalagi sekarang)

Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan,
Dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya
Sebagai pengembara, aku berdiri lama dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
Ke mana kelokannya mengarah di balik semak belukar

Kemudian aku memandang yang satunya, sama bagusnya
Dan mungkin malah lebih indah
Jalan itu segar dan menawan
Jejak-jejak kaki yang melewati
Tak melumpuhkan rerumputannya

Dan pagi itu keduanya sama-sama membentang
Di bawah hamparan dedauan rontok yang belum terusik
Oh, kusimpan jalan pertama untuk kali lain!

Meski aku tahu semua jalan berkaitan
Aku tak yakin akan pernah kembali

Aku akan menuturkannya sambil berdesah
Suatu saat, berabad-abad mendatang

Dua jalan bercabang di hutan, dan aku...
Aku menempuh jalan yang jarang dilalui
Dan itu mengubah segalanya.

(Robert Frost)

No comments:

Share this blog