Tuesday, August 12, 2014

Viel Gluck, Tonggie! :)

Untuk sahabat Tonggie Theodora Siregar,

Hari ini adalah hari esok yang kita nantikan kemarin. Di hari lalu, beberapa waktu setelah meletakkan toga, kita menyusuri relief Candi Cetho dan bertanya-tanya, kapan kita akan memahat sejarah kita sendiri.

Ini adalah hari yang kita bisikkan dalam doa bertambahnya (atau berkurangnya?) usia. Ultahku di Pelabuhan Ratu, dan ultahmu di Ujung Genteng. Doa di perbatasan harap dan ragu, memohon (atau menodong?) Tuhan membukakan rencana-Nya, atau kita menyodorkan angan-angan kita.

Ini adalah hari yang kerap kita bicarakan di kantin kampus, setelah kita menggerutu tak berdaya, menerima kenyataan bahwa satu-satunya sponsor besar yang mau mendanai acara LINGKUNGAN yang dibuat Senat saat itu (kamu humas, saya panitia  ) adalah FREEPORT.

Ini adalah hari yang untungnya masih juga kita ucapkan lambat-lambat, dalam pertemuan-pertemuan singkat yang kita jejalkan di sela kesibukan kerja. Hari-hari saat rutinitas menggerus harapan-harapan sesederhana mengajar di taman baca.

Baru bulan lalu, kamu berujar, kita harus bangga bisa hadir di Gelora Bung Karno bersama puluhan ribu orang tanpa bendera partai, mendukung calon presiden yang sama. Kamu bilang akan menyimpan hari itu dalam ingatan terdalam, dan menceritakannya untuk anakmu kelak. Kubilang, "Kamu harus menceritakan revolusi penuh keriaan ini ke orang-orang Jerman!" 


Hari jelang keberangkatanmu ini tiba saat saya dalam puncak masa bertanya-tanya, (meminjam puisi Taufik Ismail), benarkah satu tambah satu sama dengan dua?

Ini hari yang sekali lagi membuat saya menyadari bahwa kita memang hanya sedang menanti. Barangkali kita hanya sekedar berjalan memutar untuk memungut bekal yang kita sangka tidak kita perlukan, untuk kemudian tiba di tujuan yang sudah lama kita tetapkan dan dibuatkan Tuhan.

Tapi...hei, S2 ke Jerman tentu bukan tujuan kan?  Ia adalah bagian dari perjalanan besar. Tujuan besar yang kita baca dalam Purpose Driven Life-nya Rick Warren yang terjemahannya masih dalam hati kita masing-masing. We don't know the way, but we'll be there soon .

Viel Gluck Tonggie!

Bahagia bisa jadi bagian perjalananmu. Semoga peristiwa-peristiwa yang kita alami bersama tersimpan dalam memori yang dapat diputar berulang kali, untuk membuat hati hangat atau syukur-syukur, memantik api semangat 

No comments:

Share this blog