Friday, January 27, 2012

Back to Backpack


Menurut saya, tidak ada jenis tas yang lebih rasional daripada tas ransel. Bentuknya yang relatif besar sangat memungkinkan memuat banyak benda. Posisinya yang bergantung di punggung membuat kedua tangan bisa bergerak bebas. Super praktis. 

gettyimages
Masalahnya, tas ransel itu elemen yang super salah jika ingin tampil lebih feminin. Sejak memasuki tahun kedua kuliah, seiring dengan bergantinya kaos-jins-sepatu converse dengan blus-rok-flat shoes, saya sudah menjaga jarak dengan ransel dan hanya menyapanya saat akan traveling (yang mana bisa dibilang sangat jarang). 

Bertahun-tahun setelah masa itu, tepatnya beberapa hari lalu, di hari ulangtahun, saya menghadiahkan tas ransel untuk diri sendiri. Entah kenapa rasanya senang sekali kembali mengenakannya, meski hanya dipakai untuk membawa sepatu dan baju olahraga ke kantor, maksimal 2 kali seminggu. Seperti sebuah tanda kembalinya jati diri dan masa muda yang tanpa beban. hehe.
Udah, cuma mau cerita itu :-D

2 comments:

Yustine Pramudhito said...

akupun bawa ransel. tas cantiknya dimasukkan ke ransel. useless mungkin ya? tapi sbg biker kayanya ga mungkin kalo ga pke ransel, smntara kadang2 harus keluar kantor dgn "lebih cantik"

Lucia Priandarini said...

Tergantung kerjanya di mana juga :D. Jadi mikir utk kerja di kantor yang lebih "sporty." hehe

Share this blog