Friday, January 13, 2012

Pelawak (Harus) Jenius

Sering ditertawakan, bukan karena bodoh. Justru sebaliknya.

fotografer : Wari Artiko
Kapan terakhir kali bicara di hadapan orang banyak?
How did it feel?
Bagaimana kalau tiba-tiba kita harus merancang sesuatu untuk membuat sekian banyak orang itu tertawa?
Pasti stress.
Apa yang akan dikatakan?
Bagaimana jika ternyata lawakannya tidak lucu?

Bayangkan seorang pelawak harus menjalani itu semua. Meski mereka punya bakat alami sekalipun untuk tampil di muka umum, perlu mental baja untuk tetap berusaha melucu jika tak ada seorang pun tertawa.



Saat mengunjungi rumah Melaney Ricardo, sang ayah menyambut kami dengan jabat tangan dan obrolan panjang.
“Melaney di rumah suka ngelucu juga nggak Pak?” saya bertanya.
Pak Ricardo : “Oh enggak! Dia orangnya sangat tegas dan serius.”

Dengan bangga, ia lalu bercerita tentang anak sulungnya itu yang lulus cum laude dari fakultas hukum. Seperti orangtua umumnya, awalnya sang ayah meminta Mel untuk jadi pengacara atau semacamnya.

Namun ternyata selama kuliah, Mel menekuni minatnya yang lain menjadi penyiar radio. Setelah terbukti sempat menjadi penyiar terbaik di HardRock, Ricardo membebaskan sang putri berkarier di bidang yang jauh dari disiplin kuliahnya.

“Jadi presenter itu IQnya harus tinggi. Harus banyak baca untuk dapat bahan siaran. Saat dalam perjalanan di mobil, Mel juga suka mendengarkan pidato tokoh-tokoh besar,” katanya. Saya mendengarkan sambil sesekali memandangi foto tiga bersaudara yang berjajar dengan toganya masing-masing.
And  I agree with him.

NB : Meski begitu, saya nggak bilang semua pelawak itu jenius ya :)

2 comments:

Lya said...

sangat setuju. pelawak adalah orang-orang yang sangat peka dengan keadaan sekitar, dengan fenomena apapun, dan selalu bergerak, tak berhenti belajar. Orang-orang yang cerdas yang begitu apiknya menyambungkan dots-dots (titik-titik) yang berserakan dan mengabungkannya dalam fragmen yang lugas+lucu sekaligus.
Mereka adalah orang-orang yang tanpa mereka, dunia akan kering dan mungkin merasa kehilangan kesegarannya.
thank you for sharing :).
PS: I refer to lawakan cerdas :)

iko said...

Setuju, pelawak itu emg harus bagus kemampuan analogi dan nalarnya.

Share this blog